Seperti Darah yang Tak Peduli di Tubuh Siapa Dirinya Berada
Aku menyukai judul tulisan ini, tampak keren walaupun aslinya aku hanya membahas tentang warna.
Saat masih balita semua barangku berwarna merah muda. Sepeda, buku, tas, baju, semuanya. Biasanya aku membawa mereka semua saat bermain. Tapi semua ketertarikanku pada merah muda memudar saat semakin menua, warna biru tampak lebih menarik, lebih keren, dan aku ingin tampil di muka umum dengan warna dingin itu.
Tidak hanya merah muda, aku juga tidak suka warna merah, tampak sangat perempuan. Hingga aku menemukan perasaan bahwa warna merah itu tampak baik-baik saja dipakai oleh lelaki atau perempuan. Aku sampai membayangkan salah satu temanku yang, menurutku dia tampak feminin tapi dominan di satu waktu, mengenakan gaun berwarna merah maroon, pasti akan tampak sangat cantik.
Kini, setelah kesadaran akan rasa kagumku pada warna merah itu, aku melihat warna ini dengan berbeda. Warna merah, terutama maroon karena aku memang menyukai maroon, memberikan kesan dominan namun lembut dalam satu waktu. Ketika aku melihat perempuan mengenakan baju warna merah, merah apa pun, mereka akan tampak sangat anggun, sangat cantik, tapi di satu waktu warna itu menunjukkan kekuatannya. Tampak begitu kuat dengan warna merah membalut pahatan indah lekuk tubuh perempuan. Sedangkan ketika aku melihat laki-laki mengenakan baju warna merah, maskulinitas mereka tidak berkurang, tapi melembut. Tampak lebih tenang dan lebih lembut dengan warna itu membalut tubuh mereka.
Hal ini membuatku menyenangi warna ini lebih dari dahulu, mungkin ini efek berteman dengan temanku yang seringnya mengaku menyenangi warna magenta padahal dia lebih suka merah muda pastel wwkwkwkwk. Terima kasih lagi.
Komentar
Posting Komentar