Manusia Itu Saling Menipu

Namun mereka seakan tidak pernah saling menyakiti atau disakiti, tulis Dazai Osamu pada Gagal Menjadi Manusia, novel kesukaanku yang sudah kubaca lebih dari lima kali, aku yakin sudah lebih dari lima kali sejak usiaku 12 tahun.

Jika tadi aku merasa bahwa dunia ini berisi banyak orang dari interaksi para pecinta anime, kali ini aku mendapat kesadaran bahwa oh manusia memang seperti ini, dari kalimat yang menjadi judul tulisan ini. Ketika membacanya, aku merasa itu benar, sesuatu yang dekat dengan keseharian kita, sesuatu yang saking maraknya terjadi hingga menghilangkan kejanggalan yang seharusnya ada setiap kali hal itu ada di sekitar kita.

Kalimat itu adalah awal dari rasa ditelanjangi ketika membaca buku ini. Pelan tapi pasti setiap kalimat yang berlalu-lalang setelah bagian itu semakin menghanguskan pakaianku. Sampai di sebuah kesimpulan bahwa sang tokoh utama telah gagal menjadi manusia, aku telanjang bulat.

Tadinya aku merasa bahwa ada begitu banyak orang, begitu banyak manusia, lalu kalimat ini membuatku melihat manusia dengan lebih transparan. Awalnya aneh, awalnya tidak terima karena aku juga manusia, tapi singkat cerita semua baik-baik saja sekarang, aku bisa menerima fakta bahwa aku adalah bagian dari penipu dan korban tipu. 

Kesan dari kalimat ini membuatku lebih peka dengan tindak tanduk orang-orang di sekitar. Aku dulu merasa bahwa buku ini adalah cermin diriku, lalu di yang ke sekian kalinya aku membaca buku ini, aku sadar bahwa buku ini tidak benar-benar cerminku, buku ini adalah bagaimana manusia tampak dengan sangat telanjang, tapi tidak menelanjangiku secara pribadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Jika Aku Mati Hari Ini?

Biarkan Milikmu Tetap Menjadi Milikmu

Membunuh Pembunuh Tidak Mengurangi Jumlah Pembunuh di Dunia