Kesadaran Itu Muncul dan Mulai Mengancam

 Saat masih kecil aku tidak tahu apa itu perasaan sayang kepada seseorang, bahkan kepada keluarga, kenapa aku menangis setiap kali kakek dan ayahku pulang dari perantauan, aku tidak pernah mendapat jawaban dari itu. Bukankah seharusnya aku bahagia kenapa malah menangis, yang kutahu menangis itu saat aku merasa sakit atau marah. 

Lambat laun aku sadar bahwa rasa sayang itu ada. Tumbuh perlahan tapi akarnya kian menguat. Hingga kini, perasaan itu tidak sekadar ada untuk keluargaku, untuk ayah, kakek, atau nenekku. Rasa sayang itu melebar menjadi sebuah perasaan yang sering kali kurasakan bersama mereka yang menerima diriku menjadi diriku. 

Lalu bersamaan dengan rasa sayang yang tumbuh subur, ancaman akan rasa sakit akibat kehilangan semakin menghantui dan terkadang teramat mengganggu tidur malamku. Kesadaran ini tumbuh, tidak hanya menjadi sesuatu yang indah tetapi juga memberikan ancaman, memberikan aba-aba bahwa akan ada rasa sakit hebat yang akan kurasakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Jika Aku Mati Hari Ini?

Biarkan Milikmu Tetap Menjadi Milikmu

Membunuh Pembunuh Tidak Mengurangi Jumlah Pembunuh di Dunia