Ambisi Adalah Hal yang Menakutkan
Manusia memang terlahir penuh keserakahan. Dan memang harus serakah atau tidak tumbuh sama sekali, tetapi jangan sampai keserakahan itu melahap dirimu sendiri.
Kita semua tahu bahwa manusia terlahir dengan keserakahan, tapi mungkin sebenarnya kita membutuhkannya untuk terus menjadi diri kita yang baru, untuk mendapatkan hal baru, untuk terus bertumbuh. Akan tetapi seringkali kita lupa bahwa keserakahan itu mampu melahap diri sendiri, meniadakan kewarasan dari otak yang tak berhenti mendambakan wahyu baru.
Saat itu membuka pintu terasa seperti akan melewati gerbang antara hidup dan mati. Di saat aku kehilangan diri karena lenyap dibabat habis oleh keserakahan. Berlari terus berlari hingga kewarasanku melepaskan diri. Aku lupa cara untuk sejenak menepi. Lantas berakhir mati.
Untuk beberapa waktu aku tidak lagi merasakan hidup, aku tidak ingin melakukan apapun, aku tidak bisa tidur, kepalaku sakit setiap pagi, tapi senyumku tidak pernah memudar saat bertemu yang lain sekalipun tak ada kesenangan di dalamnya. Orang-orang tidak ada yang tahu dan tidak pernah benar-benar akan mengetahui semua itu.
Aku masih serakah dan akan tetap serakah, tapi dengan bentuk yang lebih sehat. Aku kembali hidup, kembali tahu bahwa aku masih bisa menggapai apa yang aku inginkan. Bahwa aku bisa menerima diriku dengan apa adanya. Bahwa aku tidak perlu membandingkan diriku dengan orang lain karena kami ahli pada bidangnya masing-masing. Semua menjadi bernyawa lagi semenjak menerima kenyataan bahwa aku tidak memiliki sesuatu yang dikantongi sejak bayi, bakat, harta, rupa, dan entah apapun yang dunia tawarkan.
Keserakahan itu bisa jadi penting untukmu, tapi jika keserakahan itu sudah di titik yang membuatmu menderita, maka kau harus tahu cara melepaskannya. (Jung Wooyoung, 2022)
Terkadang ambisi adalah hal yang menakutkan ketika batasnya dengan keserakahan sudah tak kasat mata.
Komentar
Posting Komentar