Mereka Merupakan Organisme yang Sama Sekali Berbeda dengan Laki-laki
"Memahami perasaan dan tingkah laku kaum perempuan itu lebih rumit, menyusahkan, dan mengerikan daripada berusaha menggali pikiran cacing tanah," (Osamu Dazai, 1948, hlm. 41). Yang menjadi judul tulisan ini juga diambil dari buku Osamu Dazai, Gagal Menjadi Manusia halaman 38.
Perempuan itu menakjubkan. Mereka rumit, bahkan ketika aku melihat diriku sendiri sebagai perempuan, aku tak bisa memahaminya. Mereka itu rumit sekali, apalagi perihal hati mereka. Perasaannya, permintaannya, atau harapannya, atau apa pun itu begitu membingungkan. Aku sulit memahaminya. Perasaannya kuat, egonya juga bisa tiba-tiba menjulang tinggi, bahkan mungkin langit merasa sakit akibat tertusuk ego perempuan.
Perempuan memainkan peran besar atas kelangsungan hidup di bumi, juga atas kelangsungan kewarasanku. Tidak sedikit, tidak banyak juga, dari mereka yang seenak jidat merampas kewarasan yang sudah kurawat sepenuh hati. Mereka datang bersama ego-egonya yang tumpah-tumpah. Rasanya aku ini pisau, jika tajam bisa menyakiti mereka, jika tumpul aku dibanting ke tanah.
Mereka yang merasakan perasaan thethek mbengek ini tanpa sadar menampakkan keinginan untuk diperlakukan secara khusus. Hal yang biasa aku lakukan pada orang lain dapat dengan mudah menggores hati mereka, jika aku melakukan hal itu pada mereka. Rumit sekali, lalu apa yang harus kulakukan?
Aku merasa bebas untuk siapa saja merasakan perasaan thethek mbengek itu padaku, entah laki-laki atau perempuan. Aku merasa tak punya hak mengatur hati mereka, mereka tak punya hak pula untuk mengatur hatiku. Aku juga merasa tak berkewajiban menjaga perasaan mereka. Namun, rasa kasihanku pada mereka lebih hebat menguasai daripada semua hal yang kupikirkan. Tak jarang aku lelah dengan mereka, dengan diriku sendiri.
Mereka menakjubkan, masih hidup bahkan ketika dunia merampas kewarasan mereka. Bahkan perempuan tampak lebih banyak tertawa dibanding laki-laki, suara mereka melengking pula. Namun, seringnya tak didengar oleh masyarakat, atau dunia, yang telah seenak jidat merampas kewarasan mereka.
Komentar
Posting Komentar