Bukan Hanya Posisi Duduk yang Menyebabkan Punggung Membungkuk

 Acapkali aku ingin lari dari segala hal yang harus kupertanggungjawabkan. Kata lari sudah berulang kali berputar di kepala. Keinginan untuk menjauh dari semua masalah yang sebenarnya tidak begitu besar bagi orang lain selalu saja menyapaku. Namun, di sana aku akan merasa malu, merasa ditimbun dosa, dan sangat tidak terhormat apabila lari dari sesuatu yang sepatutnya kuhadapi. 

Terkadang ketika mengalami suatu masalah, dan aku harus mengambil peran untuk ikut menyelesaikannya, aku ingin pergi dari tempat itu. Namun, dengan segala ketakutan masih saja aku melewatinya. Aku akan merasa ditimpa batu jika mengiyakan keinginanku untuk lari dari semua masalah itu. Dengan peran yang di sepanjang hidup senantiasa aku hindari, aku merasa ditimpuk tanggung jawab. 

Tak jarang penyesalan karena telah melanggar janji kepada diriku sendiri untuk tidak menyentuh peran itu datang bersama seluruh kepengecutanku. Lantas apa yang bisa kulakukan, penyesalan juga bukan hal yang menakjubkan, sebuah perasaan aneh yang begitu mengganggu. Sudah kucoba, sedang berusaha, untuk mengatakan kepada diriku sendiri bahwa apa pun, segala hal yang sudah kupilih sendiri tidak boleh kusesali. Oleh karena itu, aku hanya mampu terus berjalan berdampingan dengan ketakutan, bersama bayang-bayang kegagalan, dan tak luput dari mata kekecewaan.

Belakangan ini, melihat orang-orang yang kukenal mulai mendapat peran di tempatnya masing-masing membuatku melihat beban tanggung jawab yang diberikan pada mereka. Rasanya, ketika mereka secara resmi menyandang gelar pemimpin atau sejenisnya yang mengandung tanggung jawab besar, aku seakan melihat tumpukan beban dijatuhkan begitu saja ke pundak mereka. Seketika punggung mereka tampak membungkuk begitu rendah akibat beratnya beban yang digendong. Seketika bahu mereka melorot seperti sudah dimakan waktu.

Apakah sebuah gelar pemimpin dan sejenisnya yang mengandung begitu banyak tanggung jawab yang baru saja diberikan mampu memakan usiamu dalam hitungan detik?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Jika Aku Mati Hari Ini?

Biarkan Milikmu Tetap Menjadi Milikmu

Membunuh Pembunuh Tidak Mengurangi Jumlah Pembunuh di Dunia