Biarkan Milikmu Tetap Menjadi Milikmu
Konyol rasanya manusia yang belum genap berusia 17 tahun ini berbicara tentang bagaimana perasaan romantis kepada manusia lain sangat berpengaruh pada jalannya keseharian. Saat itu aku kelas 8 SMP ketika sadar bahwa ada perasaan mengerikan mengendap diam-diam dalam hati yang lambat laun menghancurkan kewarasanku sendiri. Saat itu aku perlu waktu untuk mencerna hal salah yang terjadi pada diriku, perlu waktu untuk menerima dan mengakuinya. Setelah mengakuinya apakah aku merasa lega? Tidak, tidak serta-merta aku merasa lega karena pengakuan itu terasa seperti kesimpulan yang diambil tergesa-gesa, seperti tidak akan ada kesempatan bagiku di lain waktu apabila saat itu, saat kami duduk di depan tangga dekat koperasi sekolah, aku tidak segera menyatakan hal ini padanya. Tapi apakah aku menyesal? Tidak, bahkan tidak ada penyesalan sedikit pun pasca pengakuan, seakan-akan aku percaya bahwa dia akan mengerti dan kami akan tetap bersama. Setelah semua itu, banyak waktu yang kam...