Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Kejahatan dan Hukuman

Aku selalu ingin membunuh orang-orang yang membuatku takut. Namun, keinginan itu senantiasa padam ketika ingatanku memutar betapa dalam derita Raskolnikov  setelah membunuh orang yang menghutanginya sejumlah uang. Aku sangat tidak ingin merasakan penderitaan itu, penyesalan setelah membunuh manusia.  Terbayang di benakku bagaimana rasa bersalah itu berubah menjadi wajah orang yang kubunuh dan muncul di mimpiku setiap malam. Menjadi teror tak berujung yang begitu menakutkan. Bahkan jauh lebih menakutkan daripada saat orang itu masih hidup, karena setelah membunuhnya rasa kemanusiaanmu ternoda. Kau yang senantiasa vokal terhadap kemanusiaan telah menjadi bagian dari noda kemanusiaan. Perasaan mengerikan itu berkali-kali lipat lebih menakutkan daripada mendekam di penjara. Pengucilan dari masyarakat sebagai akibat dari pembunuhan yang telah kau lakukan juga akan sangat menakutkan.  Terlebih aku selalu mengingat bahwa membuat seseorang mati itu justru menghadiahi orang yang a...

Mereka Merupakan Organisme yang Sama Sekali Berbeda dengan Laki-laki

"Memahami perasaan dan tingkah laku kaum perempuan itu lebih rumit, menyusahkan, dan mengerikan daripada berusaha menggali pikiran cacing tanah," ( Osamu Dazai , 1948, hlm. 41). Yang menjadi judul tulisan ini juga diambil dari buku Osamu Dazai, Gagal Menjadi Manusia halaman 38.  Perempuan itu menakjubkan. Mereka rumit, bahkan ketika aku melihat diriku sendiri sebagai perempuan, aku tak bisa memahaminya. Mereka itu rumit sekali, apalagi perihal hati mereka. Perasaannya, permintaannya, atau harapannya, atau apa pun itu begitu membingungkan. Aku sulit memahaminya. Perasaannya kuat, egonya juga bisa tiba-tiba menjulang tinggi, bahkan mungkin langit merasa sakit akibat tertusuk ego perempuan. Perempuan memainkan peran besar atas kelangsungan hidup di bumi, juga atas kelangsungan kewarasanku. Tidak sedikit, tidak banyak juga, dari mereka yang seenak jidat merampas kewarasan yang sudah kurawat sepenuh hati. Mereka datang bersama ego-egonya yang tumpah-tumpah. Rasanya aku ini pisau,...